Rabu, 01 April 2015

celoteh selimut




Kudengar langkah gontai itu menghampiriku..
Ah,, lagi-lagi wajah lesu itu yang menghampiriku..
Andai mampu kuberucap, “apa yang terjadi dengan harimu tuan?”
Mungkin malam menjadi terlalu singkat untuk menampung keluhnya..
Dalam diam kuperhatikan detil tingkahnya,
Masih sama rupanya,,
Dengan langkah gontai, napas yang berat dan selayang wajah yang usang..
Dijinjingnya kotak hitam nan ajaib itu..
Ajaib,, ya.. itu gelar yang sangat pantas untuknya..
Kotak hitam kecil yang tak seberapa dari ukuran tubuhku,, tapi ia begitu hebatnya..
Ia yang menjadi teman setia tuanku,, lebih dariku mungkin..
Dan bersamanya, kusaksikan ia tiba-tiba garang, culas atau mungkin malah tersenyum renyah..
pernah kudengar tuan memanggilnya dengan nama laptop..
mungkin ia terlahir dari masa modern, hingga aku pun tak begitu mengenalnya..
Tuan.., Tuan.., Tuanku..
Panggilku rupanya tak diresponnya,, oh.. ia tlah tertidur rupanya..
Dan aku,, sekali lagi terlupakan dari episode malamnya..
Karena aku tak seajaib kotak hitam kecil itu,, mungkin saja..
Atau karena aku bukan bagian keluarga yang modern???
Biarlah,, aku tak peduli itu Tuan..
Dalam diamku,, aku lebih peduli dengan setiap detil darimu..
semoga esok kau kan terbangun bahagia..
Semoga malam esok kau kan berpulang dengan ceria, dan aku…
Tak lagi menjadi seonggok selimut yang terlupakan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar