Kudengar langkah
gontai itu menghampiriku..
Ah,, lagi-lagi
wajah lesu itu yang menghampiriku..
Andai mampu
kuberucap, “apa yang terjadi dengan harimu tuan?”
Mungkin malam
menjadi terlalu singkat untuk menampung keluhnya..
Dalam diam
kuperhatikan detil tingkahnya,
Masih sama
rupanya,,
Dengan langkah
gontai, napas yang berat dan selayang wajah yang usang..
Dijinjingnya
kotak hitam nan ajaib itu..
Ajaib,, ya.. itu
gelar yang sangat pantas untuknya..
Kotak hitam kecil
yang tak seberapa dari ukuran tubuhku,, tapi ia begitu hebatnya..
Ia yang menjadi
teman setia tuanku,, lebih dariku mungkin..
Dan bersamanya,
kusaksikan ia tiba-tiba garang, culas atau mungkin malah tersenyum renyah..
pernah kudengar
tuan memanggilnya dengan nama laptop..
mungkin ia
terlahir dari masa modern, hingga aku pun tak begitu mengenalnya..
Tuan.., Tuan..,
Tuanku..
Panggilku rupanya
tak diresponnya,, oh.. ia tlah tertidur rupanya..
Dan aku,, sekali
lagi terlupakan dari episode malamnya..
Karena aku tak
seajaib kotak hitam kecil itu,, mungkin saja..
Atau karena aku
bukan bagian keluarga yang modern???
Biarlah,, aku tak
peduli itu Tuan..
Dalam diamku,,
aku lebih peduli dengan setiap detil darimu..
semoga esok kau
kan terbangun bahagia..
Semoga malam esok
kau kan berpulang dengan ceria, dan aku…
Tak lagi menjadi
seonggok selimut yang terlupakan…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar