Desember.., 2014
Dalam hitam
kelap malam
Ku berdiri
melawan sepi
Di sini di
pantai ini Telah terkubur sejuta kenangan
Di hempas keras
gelombang
Dan tertimbun
batu karang
Yang tak kan
mungkin dapat terulang
Wajah putih pucat pasi
Wajah putih pucat pasi
Tergores luka di hati
Matamu membuka
kisahkasih asmara yang telah ternoda
Hapuskan semua
khayalan
Lenyapkan satu
harapan
Kemana lagi
harus mencari
Kau sandarkan sejenak beban diri
Kau sandarkan sejenak beban diri
Kau taburkan
benih kasih
Hanyalah emosi
Melambung jauh terbang tinggi
Melambung jauh terbang tinggi
Bersama mimpi
Terlelap dalam lautan emosi
Setelah aku
sadar diri
Kau tlah jauh
pergi
Tinggalkan mimpi
yang tiada bertepi
Kini hanya rasa rindu
Kini hanya rasa rindu
Merasuk di dada
Serasa sukma
melayang pergi
Terbawa arus
kasih membara
Alunan merdu lagu itu menemani menulisku malam ini. Anganku
terbang jauh melintasi dimensi nyata realita. Terasa sepi,, jiwa ini seaakan
memburu sesuatu yang jauh..
Ya,, jauh memang, sangat jauh bahkan..., sampai-sampai kerling
mata itu tak sanggup kuamati..
Aku terperosok dalam ruang rindu,, sederet rasa yang menukilkan
sesak dalam dada. Bunda.., jauhnya jarak keberadaan kita saat ini mulai
mengusikku. Baru kusadari usiamu tak lagi remaja,, anda mulai memasuki usia
tua.., kadang aku takut.., tak sempat menciummu di hari sakral 22 desember
esok..,
Kucoba berhitung ringan,, desember tahun ini,, aku masih duduk di
semester tiga.. mungkin harus menunggu berlalunya dua kali desember mendatang
lalu aku berkesempatan menciummu di hari itu..,
Tapi tiba-tiba ketakutan itu hinggap.., apa kesempatan itu masih
ada??
Tuhan.. jangan kau izinkan mimpi buruk itu mengusik indah rindu
yang kini bertengger merdu di hatiku..
Bunda,, desember menjadi penuh arti bagi purtimu ini, kau membawaku mengenal dunia sejak bulan ini
19 tahun silam.., sejak itu cinta kasih terindah itu mulai mampu kuamati dengan
nyata..
Bunda,, dahulu kau tak pernah letih menanyai bagaimana dengan
sekolahku, bagaimana dengan tugasku, siapa temanku dan apa inginku.., dan lagi,, jauh.. itu yang menjadikanku tak lagi mendengar suara halusmu
itu, tapi aku berharap anda masih mempertanyakannya dalam bisu...
Bunda,, saat ku kecil dulu.., banyak mimpi-mimpi yang ku ceritakan
dengan menggebu padamu. Dan kau selalu bilang “besok jazil pasti jadi orang
hebat”.., selalu kau semangati aku untuk menjadi yang terbaik.., dan aku
malu.., karena sampai saat ini aku belum mampu menjadi anakmu yang hebat..
Bunda,, sampai kini aku beranjak dewasa.., anda tak pernah lelah
mengecup keningku sebelum aku pergi jauh, memberiku pesan sebelum aku melangkah
ke perantauan.., dan maaf Bunda,, kadang aku khilaf,, terlalu jauh dari harapanmu,
dan tak jarang aku membuatmu khawatir, takut dan marah..
Bunda,, jari-jari kecil yang dulu kau pijat sebelum ku tidur, yang
kau bersihkan seusai ku bermain.., kini telah mampu menari diatas barisan abjad
yang tertata rapi di laptop. Dengan jari-jari kecil ini, aku belajar merajut
kata cinta untukmu.., bersama jari-jari kecil ini,, aku kan berusaha menjadi
putri kecilmu yang kau nanti kepulangan suksesnya..
Aku rindu Bunda,,,
Zhee_(^-^)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar